Harga Rumah & Apartemen Murah: Harga Rumah
Showing posts with label Harga Rumah. Show all posts

Wednesday, January 11, 2017

Grand Melati Residence Jatiwarna Bekasi

No comments :
Grand Melati Residence Jatiwarna Bekasi

Grand Melati Residence Jatiwarna Bekasi

Harga 1.7M 1.5M Nego

Perumahan Grand Melati Residence merupakan perumahan cluster yang berlokasi di daerah Jatiwarna, Pondok Gede, Bekasi. Perumahan ini sangat strategis karena tepat berada di pinggir Tol Jorr 2 dan hanya membutuhkan waktu 3 menit menuju gerbang Tol Jatiwarna.

Dekat dengan area pondok gede dan cibubur, perumahan grand melati residence ini hanya berjarak 700 meter dari SPBU Kodau & McDonald, 300 meter dari giant supermarket, 200 meter dari Perumahan GreenPark Residence.

Dengan Instalasi listrik bawah tanah. Perumahan terlihat rapih, tanpa adanya tiang listrik

Perumahan ini dijual hanya dengan harga 1,7M 1,5 Milyard. dan masih bisa di nego.

Spesifikasi bangunan Grand Melati Residence ini memiliki 2 lantai, 4 kamar tidur, 3 kamar mandi, 1 car port. Luas tanah & bangunan 150M2






Ingin potongan harga dan diskon menarik, Hubungi
Sarah
087777 397418
PIN 5A52BBCE
sarah.dyah.ad@gmail.com



Monday, May 12, 2014

Ini Dia Daftar Harga dan Lokasi Rumah Murah di Bekasi

No comments :

Jakarta - Bank Tabungan Negara (BTN) bersama Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) kembali menggelar pameran rumah murah atau Pekan Rumah Sejahtera (PRS) 2013 di Lapangan Serbaguna Bekasi Timur, 13-21 April 2013.

Dalam pameran ini hadir sekitar 70 pengembang dengan menawarkan beraneka ragam rumah beserta harga dan cicilannya. Harga rumah murah ini dipatok mulai dari Rp 62,5 juta hingga Rp 125 juta per unit dengan cicilan ringan.

Berminat membeli rumah idaman dengan harga terjangkau? Coba cek harga-harga rumah murah dari beberapa pengembang di pameran tersebut:


Perumahan Kota Serang Baru Cikarang

Pengembang : PT Sri Pertiwi Sejati
Harga Rumah : Rp 76. 500.000
Tipe Rumah : 36/60
Uang muka : Rp 1 juta
Cicilan : Rp 711 ribu per bulan selama 15 tahun
Lokasi : Jl. Raya Cibarusah KM 12 Cikarang, Bekasi

Klapanunggal Residence

Pengembang : PT Eratoma Nusapratama
Harga Rumah : Rp 125 juta
Tipe Rumah : 36/60
Uang Muka : Rp 20 juta
Cicilan : Rp 758 ribu per bulan selama 25 tahun
Lokasi : Jl. Raya Narogong KM 27 No. 75 Kecamatan Klapanunggal, Cileungsi, Bogor

Grand Residence Executive Bekasi Timur

Harga Rumah : Rp 83.500.000
Tipe Rumah : 36/60
Uang Muka : Rp 2,5 juta
Cicilan : Rp 669 ribu per bulan selama 20 tahun
Lokasi : Tambun, Bekasi

Gramapuri Persada Cikarang-Bekasi

Pengembang : PT Tata Bumi Persada
Harga Rumah : Rp 85.500.000
Tipe Rumah : 36/60
Uang Muka : Rp 9,5 juta
Cicilan : Rp 794 ribu per bulan selama 15 tahun
Alamat : Jl. KH Asnawi, Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi

Kota Mega Regency Cikarang

Pengembang : PT Alindatama Sakti BC
Harga Rumah : Rp 75 juta
Tipe Rumah : 36/60
Uang Muka : Rp 700 ribu
Cicilan : Rp 697 ribu per bulan selama 15 tahun
Lokasi : Jl. Raya Serang, Cikarang, Bekasi dekat Lippo Cikarang

Mutiara Bekasi Jaya

Ppngembang : PT Kharisma Propertindo Pratama
Harga Rumah : Rp 65 juta
Tipe Rumah : 22/60
Uang Muka : Rp 7 juta
Cicilan : Rp 604 ribu per bulan selama 15 tahun
Lokasi: Bekasi

Griya Setu Permai

Pengembang : PT Indah Cemani Raya
Harga Rumah : Rp 85 juta
Tipe Rumah : 36/60
Uang Muka : Rp 10 juta
Cicilan : Rp 639 ribu per bulan selama 20 tahun
Lokasi : Tambun, Cibitung, Bekasi

Perumahan Mutiara Residence

Pengembang : PT Sinar Palma Sejahtera
Harga Rumah : Rp 85 juta
Uang Muka : Rp 25.500.000
Cicilan : Rp 794 ribu per bulan selama 15 tahun
Lokasi : Jl. Raya Narogong KM 12 Pangkalan II Cikiwul, Bantar Gebang, Bekasi

Villa Wanasari

Pengembang : PT Villa Impian Sejahtera
Harga Rumah : Rp 85 juta
Tipe Rumah : 22/60
Uang muka : Rp 10 juta
Cicilan : Rp 790 ribu per bulan selama 15 tahun
Lokasi : Cibitung, Bekasi

Darmawangsa Residence

Pengembang : PT Alamindo Trulynusa
Harga Rumah : Rp 83 juta
Tipe Rumah : 36/60
Uang Muka : Rp 10 juta
Cicilan : Rp 771 ribu per bulan selama 15 tahun
Lokasi : Jl. Perjuangan, Bekasi

Pilar Gading Mas

Pengembang : PT Panen Unduh Kencana
Harga Rumah : Rp 62.500.000
Tipe Rumah : 29/60
Uang Muka : Rp 1,5 juta
Cicilan : Rp 501 ribu per bulan selama 20 tahun
Lokasi: Cikarang Bekasi

Villa Indah Pulo Timaha

Pengembang : PT Tajul Gabeka Jabar
Harga Rumah : Rp 85 juta
Tipe Rumah : 24/60
Uang Muka : Rp 10 juta
Cicilan : RP 681 ribu per bulan selama 20 tahun
Lokasi : Jl. Raya Pondok Ungu Permai Blok B1 No. 31, Bekasi

Perumahan Kirana Cibitung

Pengembang : PT Kirana Surya Perkasa
Harga Rumah : Rp 85.500.000
Tipe Rumah : 36/60
Uang muka : Rp 30 juta
Cicilan : Rp 794 ribu per bulan selama 15 tahun
Lokasi : Jl. Boulevard Cibitung, Bekasi

sumber : http://finance.detik.com/read/2013/04/17/135032/2222684/1016/ini-dia-daftar-harga-dan-lokasi-rumah-murah-di-bekasi

Thursday, April 24, 2014

Kenaikan Harga Rumah Tipe Kecil Lebih Bersahabat

No comments :
Jika harga rumah tipe menengah menanjak tinggi di kuartal IV tahun lalu, Departemen Statistik BI merilis, kenaikan harga properti residensial rumah tipe kecil mengalami pelambatan.

Hasil survei Bank Indonesia menunjukkan, penjualan properti residensial di periode Oktober-Desember melambat menjadi 13,05% quarter to quarter. Padahal, di kuartal III lalu, kenaikannya sampai 39,8%.
"Adanya kebijakan penyempurnaan ketentuan loan to value (LTV) pada akhir 2013, turut memberikan dampak terhadap penurunan permintaan hunian," ujar Direktur Eksekutif Departemen Statistik BI, Hendy Sulistiowaty dalam hasil survei publikasi BI.

Secara tahunan atau year on year, harga properti residensial pada triwulan IV-2013 menunjukkan tren perlambatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Indeks harga properti residensial secara tahunan tercatat sebesar 11,51%. Angka ini lebih rendah dibandingkan kenaikan harga pada triwulan III-2013 yang sebesar 13,51%.

Sementara itu, berdasarkan wilayah, kenaikan harga paling tinggi terjadi di Surabaya mencapai 21,69% terutama pada rumah tipe kecil mencapai 25,07% dan di Manado yang mencapai 23,23% terutama pada rumah tipe menengah yang mencapai 35,38%.

Thursday, April 10, 2014

Aturan Bebas Pajak Rumah Belum Keluar, Pasokan Rumah Murah Seret

No comments :
Pemerintah hingga saat ini belum juga mengeluarkan peraturan yang membebaskan pajak untuk rumah yang menggunakan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Padahal, Kementerian Perumahan Rakyat sudah resmi menaikkan harga rumah bersubsidi ini pada November tahun lalu.

Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), Eddy Hussie, kepada VIVAnews, Rabu 26 Februari 2014 mengungkapkan, akibat dari belum keluarnya keputusan ini, pasokan untuk rumah murah sangat terbatas.

"Di REI sendiri hampir tidak ada. Ada, namun jumlahnya sangat sedikit," katanya.

Eddy mengungkapkan, saat ini harga rumah dengan skema FLPP yang ditetapkan pemerintah sudah naik. Namun, kenaikan harga rumah itu tidak diikuti oleh surat bebas pajak dari Kementerian Keuangan. Kondisi ini menyebabkan pengembang enggan membangun rumah bersubsidi.

Pembangunan rumah oleh anggota REI, menurut dia, terus berlanjut. Namun, pembangunannya banyak di kelas rumah Rp100 juta hingga Rp110 juta.

Pembebasan pajak ini, menurut Eddy, bukan demi kepentingan pengembang. Sebab, pengembang akan terus melakukan pembangunan, namun tidak di tipe rumah bersubsidi.

"Ujung-ujungnya rakyat kecil yang dirugikan karena pasokan untuk rumah FLPP berkurang," katanya.

Dia memaparkan, harga lama sudah tidak lagi cocok untuk pengembang, karena kenaikan harga tanah dan juga bahan material. REI pun, menurut dia, terus berkoordinasi dengan Kementerian Perumahan Rakyat.

"Mereka mengatakan, saat ini sedang dalam proses," katanya.

Dia menambahkan, pengembang berharap pembebasan pajak ini cepat terealisasi. Jika tidak, akan semakin sedikit pengembang yang membangun rumah murah. (art)

Wednesday, March 19, 2014

REI Desak Menkeu Setujui Perubahan Harga Rumah Tipe 36

No comments :
Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku rugi karena banyak rumah yang dibangun oleh developer  perumahan tidak laku lantaran tidak ada kepastian regulasi tentang pajak dan harga rumah.

Dengan ketidakpastian regulasi ini, ketua DPD REI NTT, Boby Lianto mengatakan pihaknya sepakat untuk  mendesak Menteri Keuangan untuk menetapkan harga rumah type 36 menjadi Rp115 juta dari harga sebelumnya sebesar Rp95 juta dan bebas pajak.

Menurut Boby, yang ditemui di ruang kerjanya, hari ini (17/3), harga  rumah sejahtera tapak type 36 belum berubah dari tahun 2012 yaitu sebesar Rp95 juta, padahal harga tersebut tidak relevan lagi.
Lanjut Boby,  menteri perumahan rakyat pernah menjanjikan adanya perubahan harga tetapi sampai saat ini belum terealisasi.  "Wacana ini pun sudah dikeluarkan melalui surat menteri perumahan rakyat, bahwa rumah bebas pajak untuk wilayah Kupang NTT, type 36 itu Rp.115.000.000, dan semua developer di NTT sudah mulai menjual dengan harga sesuai yang disampaikan dalam surat menteri. Namun menjadi kendala bahwa harga ini belum disetujui oleh menteri keuangan dan dirjen pajak," papar Boby.

Menurutnya, developer di NTT yang bergerak di bidang pengembangan perumahan rakyat melalui DPD REI NTT meminta persetujuan dari menteri keuangan akan perubahan tersebut. Mereka meminta agar menteri dan dirjen pajak menyetujui harga bebas pajak PPn itu bukan lagi dengan harga Rp95 juta melainkan Rp115 juta.

Karena belum adanya persetujuan ini, kata dia, sejak awal tahun 2014 hingga saat ini belum ada rumah yang terelasasi dengan harga baru, padahal ada banyak rumah yang sudah dibangun.

http://jaringnews.com/ekonomi/property/58473/rei-desak-menkeu-setujui-perubahan-harga-rumah-tipe-

Thursday, March 13, 2014

Harga Rumah di sekitar Bintaro Jaya Naik 40 persen

No comments :

Harga rumah di sekitar perumahan Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten,  naik cukup signifikan. Di koridor Jl Merpati Raya, Kampung Sawah, Ciputat, satu tahun terakhir harganya naik rata-rata 30-40 persen.  Tren ini tercermin di empat perumahan yang ada di sana: Urbana Place, Bintaro Hill, Plataran Indah Bintaro, Toha Boutique Residence.

Urbana Place kenaikan harganya termasuk yang paling tinggi 35-40 persen per tahun. Maret 2013 perumahan dari PT Optima Perdana Shyntesis ini memasarkan rumah tipe 68/84 seharga Rp668,9 juta. Sekarang bangunan yang sama tapi tanahnya lebih kecil (68/78) di pasar seken harganya Rp950 juta. Lokasi Urbana Place lebih dekat dengan Bintaro Jaya dan dilengkapi fasilitas komersial.

Bintaro Hill (6 ha) perkembangan harganya kurang lebih sama. Delapan bulan terakhir harganya naik 30-35 persen. Agustus tahun lalu PT Caturtama Grahacipta, pengembangnya, memasang banderol tipe 90/96 Rp920 juta. Sekarang tipe ini di pasaran harganya Rp1,1 miliar. Sementara Plataran Indah Bintaro dan Toha Boutique Residence yang lokasinya masuk di jalan kecil sekitar 200-350 meter dari Jl Raya Merpati kenaikan harganya lebih lambat. Plataran Indah naik sekitar 30 persen, sedang Toha Boutique 16 persen per tahun. Besar kecilnya kenaikan harga itu karena soal lokasi. Toha Boutique lokasinya paling belakang dan hanya belasan unit.

Pergerakan harga di sejumlah perumahan ini terdorong Bintaro Jaya yang menjadi lokomotif kawasan.  Perumahan besutan PT Jaya Real Property Tbk (Jaya Group) seluas 2.300 ha itu dua tahun belakangan berkembang cukup pesat. Beragam fasilitas hadir di kawasan termasuk dukungan  infrastruktur yang semakin bagus. Perkembangan ini membuat harga property di kawasan semakin meroket. Di Bintaro Jaya sendiri satu tahun belakangan harganya naik sekitar 40-45 persen. Oktober tahun lalu Bintaro memasarkan tipe 138/120 seharga Rp1,97 miliar, sekarang tipe yang sama dilego Rp2,41 miliar.

Kini Bintaro Jaya tidak ada lagi memasarkan rumah satu miliaran. Semuanya di atas dua miliar. Harga tanahnya sekarang melonjak menjadi Rp10-11 juta/m2. Tren ini diikuti perumahan-perumahan di koridor Merpati Raya yang hanya berjarak 1,5 – 2 km dari Bintaro Jaya. Sekarang harga tanah di sana Rp5-6 juta/m2. Bintaro Hill yang tinggal memasarkan beberapa unit harga tanahnya Rp6 juta/m2. Pras


Sumber http://www.housing-estate.com/read/2014/03/01/harga-rumah-di-sekitar-bintaro-jaya-naik-40-persen/

Hitungan Harga Rumah Bersubsidi Harus Libatkan PU

No comments :

Pembahasan penghitungan harga baru untuk rumah bersubsidi dibutuhkan keterlibatan Kementerian Pekerjaan Umum.

Ketua Lembaga Pengkajian Pengembangan Perumahan dan Perkotaan Indonesia Zulfi Syarif Koto mengatakan Kementrian PU adalah kementerian yang memahami urusan teknis mengenai bangunan dan gedung. 

"Tiap-tiap daerah mempunyai indeks kemahalan konstruksi masing-masing. Harga semen di tiap daerah berbeda. Yang mempunyai data tersebut adalah PU. Jadi kewenangan untuk menentukan harganya ada di PU," tutur, Minggu (2/3/2014).

Dia menjelaskan setiap pembangunan gedung yang melibatkan dana APBN, harus melibatkan Kementerian PU dalam mengambil keputusan.

Walaupun untuk pembangunan rumah menggunakan dana pengembang seperti dalam pembelian tanah, pembangunan infrastruktur, dan konstruksi bangunan, tetap ada uang negara yang dilibatkan.

Dalam pembangunan rumah bersubsidi, ada interfensi yang berikan oleh negara berupa keringan seperti subsidi suku bunga melalui dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), bantuan pembangunan prasarana, sarana dan utilitas, serta pembebasan PPN 10%.

"Persoalannya mungkin dalam penyusunan daftar harga yang dilakukan oleh Kemenpera sebelumnya. Apakah PU dilibatkan atau tidak," katanya.

Sumber http://m.bisnis.com/properti/read/20140302/48/207194/hitungan-harga-rumah-bersubsidi-harus-libatkan-pu

Sunday, March 9, 2014

Harga rumah layak huni Rp 115 juta

No comments :
Pengembang properti, Real Estate Indonesia (REI) menyebutkan, harga rumah layak huni saat ini minimal Rp 115 juta per unit. Pengusaha properti menilai, harga tersebut sudah sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini.

"Harga tersebut sudah memperhitungkan rata-rata pendapatan masyarakat di negara ini. Harga tersebut sudah masuk akal," ujar Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Pembiayaan Perbankan Preadi Ekarto usai acara 'Proses Bisnis Industri Realestat' di Restoran Kopitiam, Jakarta, Rabu (5/3)

Dia menyebutkan, perhitungan harga itu berdasarkan penghasilan masyarakat dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, penghasilan masyarakat saat ini sekitar Rp 3,5 juta per bulan.

"Kalau penghasilannya Rp 3,5 juta per bulan dibagi empat, maka sangat cocok dengan harga itu (Rp 115 juta per unit). Harga itu juga ada buntutnya, seperti cicilannya dan uang mukanya berapa," jelas dia.

Tidak hanya harga rumah layak huni yang mengalami kenaikan harga, Zona Nilai Tanah (ZNT) juga mengalami kenaikan. Sebelumnya juga diberlakukan kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah. Kenaikan ini dipastikan menambah ongkos pembuatan sertifikat tanah.

Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Pembiayaan Perbankan, Preadi Ekarto mengatakan pemberlakuan kenaikan ZNT nantinya akan lebih besar dibanding pengenaan NJOP tanah oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta yang nilainya mencapai ratusan juta.

"BPN sudah mengeluarkan ZNT, jumlahnya macam-macam tergantung lokasinya," kata Pareadi.

Kebijakan ini berlaku untuk seluruh masyarakat yang memiliki tanah dan ingin membuat serta menerbitkan sertifikat kepemilikan tanah.

"Jadi kalau orang mau bikin sertifikat tergantung nilai tanah. Per milnya berapa. Kalau dinaikkan, konsumen atau pembeli tanah yang bakal terkena imbasnya," jelas dia.

Harga Rumah Bersubsidi di Jateng Rp 104 Juta

No comments :
Inline image 1
Hingga kini, Kementerian Keuangan  belum menyetujui harga baru rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), meskipun Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) sudah menentukan harga Rp 104 juta untuk wilayah Jateng. Sebelumnya, harga rumah jenis ini Rp 88 juta.

Wakil Ketua Bidang Rumah Sederhana Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah, Andi Kurniawan, Rabu (5/3), menjelaskan, selain menunggu persetujuan harga dari Menkeu tentang skema Fasilitas Likuiditas Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Selain itu, pengembang juga menunggu  regulasi Kemenkeu tentang menghapuskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). "Kalau tidak ada penghapusan PPN, nanti jatuhnya mahal karena harga (Rp 104 juta) masih harus membayar PPN," kata Andi,

Di saat waktu menunggu ini, pengembang rumah besrbsidi memilih menahan penjualan. Akibatnya, angka backlog atau kekurangan rumah akan semakin bertambah karena ketidakjelasan regulasi dari pemerintah.

Ketika penjualan rumah bersubsidi terhenti, para pengembang memilih membangun rumah komersial kelas menengah, dengan harga antara Rp 300 juta - Rp 400 juta. Di Jawa Tengah ada sekitar 60 pengembang yang membangun rumah sederhana.

Ketika Kemenkeu sudah mengeluarkan regulasi, Andy optimistis penjualan rumah sedehana akan bergairah, karena harga Rp 104 juta mendekati realistis Rp 124 juta, dibandingkan Rp 88 juta. "Seperti tahun 2010 lalu (saat harga mendekati keekonomian), penjualan bisa sampai 12.000 unit. Namun 2013 hanya tercapai sekitar 1.500 unit dari target 16.000 unit rumah,” jelasnya.

Di segmen koimersiil, para pengembang juga beramai-ramai mensiasati kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 300 persen, yang berdampak pada kenaikan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan ( BPHTB).

Manager Marketing Graha Candi Golf, Wibowo Tejo Sungkono, mengatakan, kenaikan PBB tidak terjadi di semua wilayah Semarang, sehingga kenaikan BPHTB juga tidak terjadi pada setiap pembelian rumah di Kota ini.

"Kenaikan paling tinggi terjadi di daerah-daerah yang sudah maju, yang dekat dengan kota," katanya, saat penutupan REI Expo berlangsung di Java Mall, Selasa (4/3) malam.

Selain itu, beberapa pengembang juga mensiasati mematok harga yang sudah termasuk BPHTB. Satu di antaranya adalah Graha Sedayu Regency. Di perumahan yang terletak di Banget Ayu ini, rumah ukuran bangunan 36 meter persegi dan tanah 72 meter persegi, dijual Rp 211.800.000.

"Harga yang tertera sudah termasuk AJB, PPN, BPHTB, listrik, IMB dan air. Jadi pembeli tidak perlu mengeluarkan uang lagi," kata Marketing Graha Sedayu Regency, Mayasari. (tribuncetak)

Thursday, February 20, 2014

Kenaikan Harga Rumah Tipe Menengah Paling Besar

No comments :

Departemen Statistik BI mengungkapkan, harga properti yang paling melejit di kuartal IV-2913 dibanding periode tiga bulanan sebelumnya adalah rumah tipe menengah. Kenaikannya mencapai 2,14%.  

Dari survei terhadap pengembang ini tercatat, indeks harga properti residensial yang mengalami kenaikan paling tinggi terjadi di surabaya.

Harga properti di Surabaya mengalami kenaikan mencapai 5,65% quarter to quarter, terutama pada tipe rumah menengah yang kenaikannya mencapai 9,29%. Peningkatan harga yang cukup tinggi juga terjadi di Banjarmasin, yaitu sebesar 2,50%, terutama pada rumah tipe kecil sebesar 7,50%.

"Hasil survei mengindikasikan harga terjadi pada seluruh tipe bangunan. Faktor utamanya adalah kenaikan harga bahan bangunan, upah pekerja dan kenaikan harga bahan bakar minyak," ujar Direktur Eksekutif Departemen Statistik BI, Hendy Sulistiowaty dalam hasil survei publikasi BI.

Kenaikan harga bahan bangunan yang mencapai 31,62%. Sementara kenaikan upah pekerja yang mencapai 23,19% dan kenaikan harga bahan bakar minyak yang mencapai 17,56%

Meski begitu, secara umum harga properti residensial untuk semua tipe rumah pada triwulan IV-2013 mengalami pelambatan. Harga properti residen di 14 kota besar mengindikasikan indeks harga properti residensial triwulan IV-2013 berada pada level 170,90 atau meningkat 1,77% dibanding kuartal sebelumnya. Angka ini lebih rendah dibandingkan kenaikan harga 2,29% di kuartal III terhadap kuartal II-2013.

http://nasional.kontan.co.id/news/kenaikan-harga-rumah-tipe-menengah-paling-besar/2014/02/17

Wednesday, February 12, 2014

harga rumah minimalis type 45 di medan

No comments :

harga rumah minimalis type 45 di medan

harga rumah minimalis type 45 di medan

Gambar digital yang menarik ini adalah bagian dari harga rumah minimalis type 45 di medan yang mana dikelompokkan dalam Modern Type 45, Rumah minimalis, Rumah Minimalis Modern Type 45 dan ditulis di February 5, 2014 12:19:41 am oleh Bilqis Adelia Humaira

Foto yang menginspirasi ini adalah kumpulan dari harga rumah minimalis type 45 di medan punya ukuran 1500 x 965 pixel. Kamu dapat mendownload harga rumah minimalis type 45 di medan dengan mengeklik tombol download untuk mendapatkan berbagai versi ukuran high-res. Ini adalah informasi dasar tentang Rumah Minimalis. Kita punya sumber Foto yang lebih tentang Rumah Minimalis. Silakan dicek sendiri! Kamu bisa mendapatkan harga rumah minimalis type 45 di medan dan melihat Rumah Minimalis Type 45 di sini.

Download

1500 x 965 | 750 x 425 | 210 x 140
sketsa rumah minimalis 2 lantai type 45
sketsa rumah minimalis 2 lantai type 45
sketsa gambar rumah minimalis type 45
sketsa gambar rumah minimalis type 45
gambar rumah minimalis type 45 terbaru
gambar rumah minimalis type 45 terbaru
harga rumah minimalis type 45 di medan
harga rumah minimalis type 45 di medan
harga rumah minimalis type 45
harga rumah minimalis type 45
interior rumah minimalis type 45
interior rumah minimalis type 45
jasa desain rumah minimalis type 45
jasa desain rumah minimalis type 45
koleksi rumah minimalis type 45
koleksi rumah minimalis type 45
konsep rumah minimalis type 45
konsep rumah minimalis type 45
kumpulan denah rumah minimalis type 45
kumpulan denah rumah minimalis type 45
rincian biaya rumah minimalis type 45
rincian biaya rumah minimalis type 45
rumah idaman minimalis type 45
rumah idaman minimalis type 45
rumah minimalis type 45 1 lantai
rumah minimalis type 45 1 lantai
rumah minimalis type 45 2 lantai
rumah minimalis type 45 2 lantai
rumah minimalis type 45 3 kamar
rumah minimalis type 45 3 kamar
rumah minimalis type 45 2013
rumah minimalis type 45 2013
rumah minimalis type 45 bandung
rumah minimalis type 45 bandung
rumah minimalis type 45
rumah minimalis type 45

Sumber http://www.desainperumahan.com/rumah-minimalis-type-45.html/harga-rumah-minimalis-type-45-di-medan

Akibat Banjir Harga Rumah Turun

No comments :

Listrik Sering Padam

mahturun52

BEKASI (Pos Kota)- Harga rumah dan tanah di Perumnas III, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi turun 20 persen dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), "Ini gara-gara setiap hujan seluruh sarana dan infrastruktur di sini, terendam," ujar Hari Fauzan, 34, warga Jalan Pulau Bali, saat dihubungi Pos Kota, Rabu (5/2).

Menurutnya setiap hujan deras, meski sebentar genangan bisa brlangsung hingga lima jam, tetapi kalau deras dan lama, perumahan itu berubah bak lautan. Hampir semua wilayah di Perumnas III, banjir setinggi pinggang orang dewasa.

"Dahulu harga bangunan ukuran tipe 36 dan luas tanah 72 meter di dalam mencapai Rp 250 jutaan, tetapi sekarang ada yang mau Rp 200 juta aja sudah syukur," ujar Hari, sambil mengatakan setiap banjir, kegiatan warga tidak ada.

SUDAH BANJIR MATI LAMPU

Yang lebih menyedihkan, sudah banjir, listrik pun padam, "Sengsara sekali, Mas," kata Ny Susilawati, 30, pedagang makanan siap saji, yang membuka lapakanya di Jl Nusantara Raya. Akibat hujan yang turun sejak pagi hingga pukul 15.00 WIB, Jalan di Perumnas III lumpuh. "Hujannya besar," kata dia.

Di depan Perumnas III, Jalan Nusantara Raya, air menggenang hingga mencapai 60 sentimeter (cm). "Banyak motor dan mobil yang mogok juga tadi di depan," ujarnya.

Sementara itu, di Jalan Pulau Jawa 9, rumah yang berisi 70 keluarga, terendam air. Menurut Ny Susilawari, ketinggian air berbeda-beda.

"Ada yang rumahnya sudah ditinggiin, air masuk ke rumah mencapai semata kaki. Tapi ada juga yang dalam sampai paha," ujar karyawan swasta itu. (Saban)

Teks:Warga Perumnas III Arenjaya, Bekasi Timur hidup sengsara sudah banjir listrik PLN padam hingga dua hari. (Saban)


Sumber http://www.poskotanews.com/2014/02/05/akibat-banjir-harga-rumah-turun/


Ini Dia Daftar Rumah buat Kelas Menengah

No comments :

JAKARTA, KOMPAS.com — Jika Anda termasuk dalam kalangan kelas menengah berpenghasilan Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per bulan dan sedang mencari rumah dengan rentang harga antara Rp 300 juta hingga Rp 500 juta, bersiaplah mendatangi pameran bertajuk "Indonesia Properti Expo 2014".

Pameran perumahan dan apartemen yang berlangsung di Jakarta Convention Center tersebut dimulai pada Sabtu (8/2/2014) hingga Minggu (16/2/2014) mendatang.

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, rentang harga hunian yang ditawarkan dalam pameran kali ini cukup besar. Rumah seharga Rp 100 juta-an hingga Rp 1 miliar lengkap tersedia. Jadi, jika Anda mencari rumah yang sesuai dengan kocek dan kemampuan daya beli, tidak perlu khawatir.
 
Lokasi properti yang ditawarkan pun beragam dan mencakup kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadebotabek). Berikut ini daftar rumah menengah yang ditawarkan selama masa pameran:

Klaster River View
Perumahan ini dikembangkan PT Wismamas Utama Raya. Berlokasi di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Harga rumah dipatok senilai Rp 404.975.000 untuk tipe 36/72.

Centra Niaga Teluk Naga Boulevard
Lokasinya tidak jauh dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Di sini Anda bisa mendapatkan hunian dengan dimensi 38/72 seharga Rp 462.996.000.

Bali Resort Serpong Jika Anda rela bergeser sedikit dari Ibu Kota, berbagai penawaran menarik tersedia. Di Serpong, Anda masih bisa mendapatkan rumah bertipe 45/72 dengan harga Rp 464.209.000. Tak hanya itu, Bali Resort Serpong juga menawarkan beberapa hal menarik. Misalnya, sistem komunikasi yang sudah terintegrasi dengan serat optik di bawah tanah, keamanan lingkungan, dan fasad bangunan bergaya Bali.

Griya Bukit Mas 
Di Depok juga ada beberapa properti menarik. Misalnya rumah bertipe 36/78 Griya Bukit Mas (GBM) yang ada di Jalan Kramat Asem, Wadas Pitara Pancoran Mas, Depok. Rumah tersebut ditawarkan dengan harga Rp 374.908.000.

Grand Depok Residence
Ada pula Grand Depok Residence di Beji, Kota Depok, yang dipasarkan dengan harga Rp 331.100.000 untuk unit dengan ukuran 36/70.

Lebih jauh, jika tertarik memiliki rumah di Bogor, Anda  bisa menyimak penawaran dari Bojong Gede Green Garden di Jalan Bojonggede-Parung, Kedung Waringin, Bojonggede, Bogor. Rumah dengan tipe 40/84 dibanderol seharga Rp 360.738.000.

Bumi Cilebut Damai

Lokasinya di Jalan Cilebut Raya. Anda bisa memiliki rumah berdimensi 30/72 dengan harga Rp 256.500.000. Perumahan ini merupakan hasil pengembangan PT Riscon Victory. Greenland Residence

Perumahan ini dibangun Grup Relife Property. Mereka menawarkan rumah bertipe 38/72 di Jalan Raya Semplak, Bogor, dengan harga Rp 315.000.000 lewat pembayaran secara kredit atau Rp 305.000.000 secara tunai.  
Madinah Residence 5

Perumahan ini berada di Cibinong, Bogor. Hunian yang mengedepankan konsep Islami tersebut menawarkan rumah tipe 40/78 dengan harga Rp 291.500.000. Untuk tipe lebih besar, seperti 40/90 dan 40/102 tentu dibanderol dengan harga lebih mahal. Tipe 40/90 misalnya, bisa dimiliki dengan harga Rp 348.100.000. Sementara tipe 40/102 dipatok dengan harga Rp 393.400.000.
http://properti.kompas.com/read/2014/02/08/1937475/Ini.Dia.Daftar.Rumah.Buat.Kelas.Menenga

Friday, February 7, 2014

Penyebab Harga Rumah Subsidi Meningkat

No comments :

Harga rumah bersubsidi cenderung terus meningkat. Penyebabnya pembentukan harga rumah ditentukan oleh beberapa faktor.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganeffo menjelaskan, harga rumah khususnya rumah bersubsidi dipengaruhi empat hal.

Eddy memaparkannya di sela acara Outlook Ekonomi dan Tantangan 2014 : Tantangan Ekonomi 2014 dan Prospek Investasi Surat Utang Perumahan, Jakarta, Senin (20/1/2014). Berikut rinciannya.


1. Suku bunga Bank Indonesia (BI)
BI menetapkan BI rate sebesar 7,5 persen. Pada rumah bersubsidi kenaikan suku bunga hanya mempengaruhi harga material bangunan.

Sedangkan untuk bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) akan tetap.

2. Pengetatan loan to value (LTV).
Pengetatan LTV ini pengaruhnya masih relatif kecil pada rumah bersubsidi.

3. Nilai tukar rupiah.

Pelemahan rupiah yang mengekerek harga material bangunan membuat harga rumah mewah, menengah dan bersubsidi naik.


"Namun kenaikannya belum tau kapan. Kita masih menunggu dari Dirjen Pajak," jelasnya.

4. Tahun Politik.

Tahun 2014 merupakan tahun politik, di mana akan ada pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden, serta pergantian menteri-menteri.

Para investor yang ingin membeli rumah mewah kebanyakan wait and see, sementara itu untuk rumah menengah ada beberapa yang menunggu ada juga yang tetap jalan.

Sedangkan untuk rumah bersubsidi permintaannya dinilai akan mengalami percepatan. (wdi)

Sumber http://property.okezone.com/read/2014/01/20/471/928769/penyebab-harga-rumah-subsidi-meningkat

Wednesday, January 29, 2014

Harga Rumah di Manado Naik

No comments :


MAKET kompleks perumahan di Manado
Harga rumah di tahun 2014 ini dipastikan naik pada kisaran 15 persen hingga 20 persen.

Ketua REI Sulut, William Tanos menyebut sejumlah hal yang memicu kenaikan.  Selain meningkatnya biaya produksi dan kenaikan harga bahan bangunan, juga karena ada kenaikan upah minimum provinsi (UMP).
"Biaya produksi naik ditambah lagi upah minimum provinsi yang naik," ungkap Ketua REI Sulut William Tanos.  Penyebab lain, karena menyesuaikan dengan harga tanah.
Namun dia yakin, kebutuhan property masih tinggi. Meski diakui, aturan loan to value (LTV) dari Bank Indonesia masih memukul masyarakat terutama yang belum memilik rumah untuk menikmati fasilitas kredit pemilikan rumah dari bank.
"Orang yang belum memiliki rumah jumlahnya naik namun daya beli melemah karena batasan minimum untuk uang muka," katanya, seperti diberitakan Manado Post (induk Malut Post).
Di Sulut sendiri, yang paling besar permintaan adalah untuk rumah tipe 70 ke bawah. "Tipe 70 ke bawah tetap favorit juga dikarenakan modelnya yang minimalis," ujarnya. (jpnn/onk).

Sumber http://malutpost.co.id/2014/01/10/harga-rumah-di-manado-naik/

Tuesday, January 28, 2014

Harga Rumah Diperkirakan Segera Naik

No comments :

Harga jual rumah, baik rumah bersubsidi maupun bukan, di Kabupaten Bojonegoro diperkirakan segera naik pada tahun 2014 ini. Kenaikan harga terjadi menyusul melemahnya nilai tukar rupiah dan imbas pengetatan aturan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) oleh Bank Indonesia (BI).

"Selain itu, harga rumah naik karena harga bahan bangunan seperti semen, pasir dan batu bata juga naik saat musim hujan. Faktor lainnya adalah karena para pekerja menuntut kenaikan upah," jelas marketing salah satu developer di Bojonegoro, PT Luas Nusantara, Amelia.

Sementara itu, Chief of Marketing Officer PT Citra Bangun Sejahtera, Bambang Hernanto mengatakan hingga saat ini harga rumah yang ia bangun belum dinaikkan. Namun Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur sudah meminta agar harga rumah bersubsidi naik 30 persen yaitu dari harga Rp88 juta menjadi Rp95 juta.

"Permintaan dari REI itu masih kita kaji apakah harga yang ditawarkan masih mampu dijangkau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau tidak," katanya. [zhu/yud

Harga Rumah Naik 20 Persen

No comments :

MANADO - Harga rumah di tahun 2014 ini dipastikan naik pada kisaran 15 persen hingga 20 persen.
Ketua REI Sulut, William Tanos menyebut sejumlah hal yang memicu kenaikan.  Selain meningkatnya biaya produksi dan kenaikan harga bahan bangunan, juga karena ada kenaikan upah minimum provinsi (UMP).
"Biaya produksi naik ditambah lagi upah minimum provinsi yang naik," ungkap Ketua REI Sulut William Tanos.  Penyebab lain, lanjutnya, karena menyesuaikan dengan harga tanah.
Namun dia yakin, kebutuhan property masih tinggi. Meski diakui, aturan loan to value (LTV) dari Bank Indonesia masih memukul masyarakat terutama yang belum memilik rumah untuk menikmati fasilitas kredit pemilikan rumah dari bank.
"Orang yang belum memiliki rumah jumlahnya naik namun daya beli melemah karena batasan minimum untuk uang muka," katanya, seperti diberitakan Manado Post (Grup JPNN).
Di Sulut sendiri, yang paling besar permintaan adalah untuk rumah tipe 70 ke bawah. "Tipe 70 ke bawah tetap favorit juga dikarenakan modelnya yang minimalis," ujarnya. (MP/sam/jpnn)
Sumber jpnn.com

Hal Penting Sebelum Menaksir Harga Rumah

No comments :

Untuk menaksir harga sebuah rumah, Anda harus mengetahui dua komponen utamanya. Dengan memahami hal ini, Anda bisa menentukan manakah rumah yang lebih tepat untuk dibeli.

Hermawan Wijaya, dalam bukunya 77 Rahasia Cepat Untung Bisnis Properti, mengatakan, dua komponen yang memengaruhi harga rumah itu adalah harga tanah dan harga bangunan. Untuk mengetahui harga tanahnya, dapat dilihat dari permintaan (demand), penawaran (supply), status kepemilikan (contohnya girik, SIP, SHGB, SHM, SKJ), dan perizinan lahan (seperti GSB, golongan pemugaran).

Harga tanah juga bisa ditentukan dari strukturnya, apakah rendah di depan atau tinggi di kanan, juga dilihat dari sifat tanahnya, misalnya tanah rawa atau tanah liat. Kemudian, bentuknya, baik trapesium, persegi panjang, simetris, maupun bentuk lainnya.

Posisi juga menentukan, begitu pula dengan letaknya. Kelengkapan fasilitas umum dan khusus di sekitar rumah, rencana pengembangan kawasan, serta siapakah pengembangnya juga memengaruhi harga tanah.
Sementara itu, harga bangunan bisa dilihat dari beberapa hal, seperti usia bangunan, material pendukungnya, konsep arsitekturnya, serta siapakah arsitek dan kontraktornya. Semakin lengkap data ini, maka harganya akan semakin mahal. Namun, kondisinya tetap aman dari sisi hukum.

Sumber rumahku.com

Kemenpera Tetapkan Standar Harga Rumah MBR

No comments :

Dinilai kurang tepat dan sangat disayangkan ketetapan Kementerian Perumahan Rakyat Indonesia (Kemenpera) yang telah menetapkan standar harga perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) pada 2014 sebesar Rp105 juta-Rp165 juta.

    
    Pengaruh dari peraturan pemerintah yang telah menaikan harga jual rumah MBR yang semula Rp88 juta, kini Rp105 juta-Rp165 juta akan mengakibatkan penurunan minat beli di kalangan masyarakat menegah ke bawah.

    Asisten Manager Perumahan Nasional (Perumnas) Regional dua Cabang Lampung Jalan Imam Bonjol KM 11 Kemiling Bandarlampung Ariwan  mengatakan, ketetapan pemerintah Kemenpera menaikkan harga jual perumahan MBR, dibenarkan. Namun, sejauh ini Perumnas belum ada rekomedasi dari Kemenpera  untuk menaikan harga jual perumahan subsidi.

    ''Sejauh ini memang belum ada rekomendasi dari Kemenpera untuk menaikkan harga jual perumahan Subsidi. Tapi tidak menutup kemungkinan harga jual dari perumahan subsidi Perumnas akan mengalami kenaikan,'' terangnya kepada Lampung NewsPaper, Rabu (15/1).  

    Dia melanjutkan, Perumnas hanya sebagai pelaksana, naik atau tidaknya ini Kemenpera yang atur, Perumnas hanya bertugas untuk membangun menciptakan rumah murah untuk masyarakat menegah ke bawah.

    ''Tapi jika kalau memang benar harga naik sudah pasti dampaknya buruk. Yang pertama bisa dikatakan, bakal terjadi penurunan minat masyarakat untuk memiliki rumah layak, yang kedua masyarakat akan semakin susah untuk memiliki perumahan,'' bebernya.

    Di sisi lain terpisah, Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandarlampung Berlian Mansur, menyayangkan ketetapan pemerintah yang menaikkan harga jual perumahan untuk para kalangan MBR. Pasalnya, pemerintah dulu punya program membangun satu juta rumah untuk rakyat. Maka hal ini dengan adanya kenaikan harga jual perumahan pemerintah dinilai gagal dalam menciptakan perumahan yang terjangkau bagi kalangan MBR.

    ''Jelas, dengan adanya kenaikan ini bahwa pemerintah gagal menciptakan pembangunan rumah 1 juta unit untuk kalangan menegah ke bawah,'' ujarnya.

    Dia melanjutkan, kenaikan harga jual perumahan di tahun ini menurut dia kurang tepat, karena perekonomian di Indonesia tidak stabil, dicontohkannya mulai dari naiknya harga gas, yang baru-baru ini membuktikan bahwa kestabilan perekonomian Indonesia masih tergunjang. Jika pemerintah menetapkan standar harga jual rumah MBR yang semula Rp88 juta menjadi Rp105 juta maka sangat disayangkan.

    ''Ya, jika sudah seperti itu mau bagaimana lagi, itu sudah menjadi ketetapan, tapi saya bener-benar sangat menyayangkan akan kenaikan harga rumah ini, karena sudah pasti timbulnya masyarakat lagi yang akan semakin tersudut, dan sulit mendapatkan rumah dengan harga terjangkau,'' imbuhnya.
    
    Selain itu, untuk menyikapi masalah ini, kata Berlian, akan memanggil ketua Real Estate Indonesia (REI), dalam membahas kenaikan harga jual perumahan MBR. Karena naiknya harga rumah MBR untuk Lampung, dampaknya akan sangat buruk bagi masyarakat yang belum memiliki rumah. Sejauh ini kita menilai, banyak sekali rumah yang dimanfaatkan bagi kalangan mampu untuk investasi, jadi bagaimana caranya agar di tahun ini masyarakat yang belum punya rumah, bisa memiliki hunian yang layak. (asw/ced/

Thursday, January 16, 2014

Berlaku Januari, Harga Rumah Makin Berat

No comments :

Kenaikan harga jual properti tidak bisa dihindari. Para pengembang langsung mengganti banderol harga sejak hari pertama Januari 2014. Sejumlah alasan menjadi dasar, antara lain pelemahan rupiah, kenaikan harga bahan baku dan seretnya penjualan sejak penerapan aturan KPR.

Pengembang Perumahan Alam Gunung Anyar, Pesona Gunung Anyar dan Green Hill di kawasan Surabaya Timur misalnya, menetapkan nilai kenaikan harga jual sekitar 5 persen sampai 6 persen dari harga sebelumnya. Harga baru ini berlaku untuk semua tipe rumah.

“Kami harus menaikkan harga karena sudah lama kami tidak menaikkan harga. Apalagi, biaya produksi sudah melonjak tajam,” kata Dirut PT Gosyen Jaya, Lilies Sugianto, Selasa (7/1/2014).

Harga bahan bangunan sudah naik signifikan. Dari sisi sumber daya manusia (SDM), gaji pekerja dan tukang juga naik tinggi. Kondisi itu yang membuat para developer memilih memberlakukan harga baru.

Menurut Lilies Sugianto, harga pokok bangunan mulai pasir, batu bata, batu kali, terutama besi naik minimal 10 persen. Pengerjaan borongan oleh tukang sekarang minimal meningkat 20 persen. Sebenarnya, masih wajar kalau developer menaikkan harga sekitar 10 persen.

Meski demikian, manajemen Gosyen Jaya tetap optimistis permintaan pasar berjalan karena masyarakat masih banyak yang membutuhkan rumah. Kejenuhan pasar bisa terjadi untuk kelompok rumah mewah. Tetapi, untuk kelompok rumah menengah dengan harga di bawah Rp 1 miliar dan rumah sederhana diyakini masih banyak dicari.

sumber surabaya.tribunnews.com

close