Kiat Membeli Rumah Bekas

Thursday, March 5, 2015

Kiat Membeli Rumah Bekas

No comments :

Memiliki sebuah hunian idaman merupakan impian hampir tiap individu, akan tetapi dengan semakin berkembangnya bisnis properti dan lahan yang semakin terbatas di kota besar mengakibatkan harga properti semakin melambung tinggi. Salah satu solusinya adalah dengan membeli apartement yang terbilang masih terjangkau.

Akan tetapi seperti pembahasan Dopenhouse sebelumnya apartement memiliki kekurangan dan kelebihan yang terkadang menjadi pertimbangan lebih untuk sebagian orang yang menyukai hunian di rumah.

Saat ini, mungkin Anda dapat menambahkan pilihan untuk membeli rumah bekas sebagai hunian Anda dan keluarga. Dengan kisaran harga yang menarik, Anda dapat membeli rumah hunian yang sesuai dengan biaya. Tanpa harus memikirkan biaya untuk membeli lahan dan membangun rumah lagi. Rumah bekas sudah siap untuk ditempati Anda dan keluarga.

Tetapi sebelum membeli rumah bekas, Anda harus memperhatikan beberapa hal penting. Apa saja yang harus kita perhatikan? Berikut tips membeli rumah bekas agar Anda terhindar dari masalah.

Gunakan broker terpercaya

Apabila saat membeli rumah bekas memang terpaksa membutuhkan jasa perantara, maka pilihlah broker yang bisa dipercaya. Misalnya, broker tersebut sudah Anda kenal atau atas rekomendasi terbaik kolega Anda. Bila Anda memakai jasa broker dalam membeli rumah bekas, Anda tetap harus jeli. Pilih broker yang memiliki sertifikat, kalau perlu Anda dapat mengecek keabsahannya dengan menelepon kantor ia bekerja atau asosiasi broker di Indonesia

Sumber: kompas.com

Kondisi Bangunan

Sebelum membeli rumah bekas  periksalah kondisi bangunan dengan melibatkan kontraktor atau arsitek. Cek fondasi dan struktur bangunan lantai, serta atap. Pastikan juga daya dan distribusi kabel, sirkulasi udara di setiap ruangan, intensitas cahaya, serta sumber air. Cermati letak jalur pipa air pastikan jarak minimal dengan tangki septik 10 meter. Jika jarak ideal tak dipenuhi, bisa ditebak air akan tercemar dan tentunya tak layak dikonsumsi. Periksa juga daya penunjang listrik dari PLN. Apakah si pemilik rumah sebelumnya bermasalah dengan segel meteran atau tidak. Jangan sampai Anda harus menanggung denda tinggi karena meteran bermasalah.

Membeli dari pemilik langsung

Cara membeli rumah bekas  yang baik adalah dengan membelinya langsung dari pemiliknya. Dengan menemui pemilik, Anda bisa memperoleh informasi mendetail tentang rumah tersebut. Selain itu, harga rumah juga menjadi lebih murah karena tidak perlu memberi komisi kepada broker atau perantara.

Periksa harga

Agar tidak "tertipu" harga jual rumah, maka carilah data sebanyak-banyaknya mengenai harga pasaran rumah yang sedang Anda taksir. Pertimbangkan juga sisa investasi apabila suatu hari Anda hendak menjualnya. Mencari info seputar harga pasaran tanah dan rumah di sekitar lokasi dapat membantu Anda melakukan penawaran sewajarnya.

Pertimbangkan kelebihan dan kekurangan kalau membeli rumah tersebut. Bila Anda harus melakukan renovasi, pastikan besaran anggarannya tidak melebihi rencana awal. Perhatikan juga lingkungan sekitar, apakah aman, bagaimana dengan para tetangga, atau jauh dekatnya rumah dengan tempat kerja, ssserta akses jalan menuju rumah patut Anda pertimbangkan.

Status Kepemilikan dan Dokumen

Perhatikan secara benar nama yang tercantum dalam sertifikat, serta hubungannya dengan penjual. Cari tahu apa alasan rumah tersebut dijual dan berapa ahli warisnya. Tak kalah penting adalah memeriksa Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Hal ini berguna untuk mengecek luas bangunan sama dengan yang tertera di sertifikat PBB dan IMB.

Pastikan rumah bekas  yang Anda ingin beli memiliki surat izin dan sertifikat kepemilikan. Periksa apakah rumah tersebut memiliki masalah sengketa karena permasalahan warisan. Rumah warisan umumnya memiliki banyak ahli waris, ketahui apakah semua ahli waris menyetujui penjualan rumah. Jika ternyata bersengketa, lebih baik Anda berpikir ulang untuk membelinya.


Usia bangunan

Hal penting diperhatikan adalah menanyakan usia bangunan rumah bekas  tersebut. Hal ini,  dimaksudkan sebagai tindakan jaga-jaga, apabila nantinya rumah bekas  tersebut ditempati. Pengelompokkan bangunan rumah sesuai usianya, bila baru berarti kurang dari 10 tahun, bangunan sedang berdiri 10-20 tahun, dan bangunan tua bila usianya lebih dari 20 tahun.

Ketika membeli rumah bekas  penting juga menanyakan kapan terakhir rumah direnovasi. Renovasi bukan patokan baku, namun dapat mempengaruhi kualitas bahan bangunan, tipe struktur, dan kualitas pengerjaan.
Demikian rangkuman mengenai Tips atau Kiat Membeli Rumah Bekas yang bisa dijadikan referensi untuk anda saat ingin membeli rumah bekas.
Jika anda adala sales, pengembang, marketing dari Kiat Membeli Rumah Bekas dan ingin menambahkan alamat lengkap, nomor telepon atau iklan Anda, silakan hubungi kami dengan mengisi form "KIRIM IKLAN RUMAH ANDA"

No comments :

Post a Comment

close