Batas Maksimal Penghasilan Pembeli Rumah Bersubsidi Naik

Tuesday, May 6, 2014

Batas Maksimal Penghasilan Pembeli Rumah Bersubsidi Naik

No comments :
rumah bersubsidi
Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) telah menerbitkan perubahan harga untuk Rumah Sejahtera Tapak (RST) dan Rumah Sejahtera Susun (RSS) berdasarkan daerah atau provinsi. Perubahan ini juga disertai dengan perubahan besaran penghasilan maksimal kelompok sasaran KPR – FLPP (Kredit Pemilikan Rumah melalui Fasilitas Likuiditas Pemilikan Perumahan).

Berdasarkan aturan baru tersebut, besaran penghasilan maksimal untuk pembeli rumah tapak dengan FLPP dinaikkan dari Rp3,5 juta menjadi Rp4 juta. Sementara untuk rumah susun dinaikkan menjadi Rp7 juta dari sebelumnya Rp5,5 juta.

"Untuk kelompok sasaran rumah tapak yang dapat mengakses FLPP penghasilan maksimal dinaikan dari Rp3,5 juta menjadi Rp4 juta, begitu pula dengan kelompok sasaran rumah susun dinaikan dari Rp5,5 juta menjadi Rp7 juta," ujar Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera, Sri Hartoyo dikutip pada laman Resmi Kemenpera, Selasa (29/04/14).

Harga baru rumah tapak dan susun sederhana berdasarkan provinsi ini telah diatur dalam  Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (Permenpera) Nomor 3 Tahun 2014 tentang Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan Dalam Rangka Pengadaan Perumahan Melalui Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah Sejahtera, Permenpera  Nomor 4 Tahun 2014 tentang Petunjuk Pelaksanaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan Dalam Rangka Pengadaan Perumahan Melalui Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah Sejahtera dan Permenpera Nomor 5 Tahun 2014 tentang Proporsi Pendanaan Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah Sejahtera.

Meski begitu, kenaikan harga rumah berdasarkan peraturan baru ini belum dibarengi dengan pembebasan PPn. Sri mengungkapkan, dirinya melalui Kemenpera akan terus berusaha untuk mendapatkan persetujuan dari Kementerian Keuangan terkait pembebasan PPn ini.

"Surat permohonan sudah disampaikan kepada Kementerian Keuangan dan Kemenpera akan terus memantau agar Peraturan Menteri Keuangan terkait harga rumah yang bebas PPN segera dikeluarkan," jelas Sri.

Dengan adanya Permenpea baru ini, berdampak pada perubahan Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) yang harus dilakukan oleh semua bank pelaksana KPR – FLPP. Dijelaskan Sri, penyesuaian harus dilakukan bank dan pada dasarnya semua bank juga siap dengan aturan baru ini.

Selain mengatur perubahan harga rumah, Permenpera yang baru ini juga mengatur tentang pengalihan rumah yang tadinya belum diatur pada peraturan yang lama. Pengalihan ini nantinya kaan dilakukan oleh lembaga atau badan yang ditunjuk oleh pemerintah. Namun sebelum badan ini terbentuk pengalihan kepemilikan rumah kepada MBR lain dapat difasilitasi oleh Bank Pelaksana. (raw)

Sumber carikredit.com
Jika anda adala sales, pengembang, marketing dari Batas Maksimal Penghasilan Pembeli Rumah Bersubsidi Naik dan ingin menambahkan alamat lengkap, nomor telepon atau iklan Anda, silakan hubungi kami dengan mengisi form "KIRIM IKLAN RUMAH ANDA"

No comments :

Post a Comment

close