+44(0) 1234 567 890 hargarumah.info[at]gmail.com

Tuesday, December 9, 2014

Daftar Harga Rumah di Jakarta


rumah jakarta adil siregar 1 images

Daftar harga rumah tapak di beberapa area favorit di Jakarta. Daftar harga tersebut senilai meter persegi dari masing-masing kawasan yang menjadi incaran.

Kawasan Harga Rumah (juta/m2)
Gading-Jakarta Utara 28-33
Pantai Indah Kapuk-Jakarta Utara 35-40
Kalibata-Jakarta Selatan 14-17
Gandaria-Jakarta Selatan 32-37
Cakung-Jakarta Timur 8-13
Rawamangun-Jakarta Timur 19-24
Puri Indah-Jakarta Barat 24-29
Slipi-Jakarta Barat 17-22
Kemayoran-Jakarta Pusat 23-28
Cempaka Putih-Jakarta Pusat 17-21
No comments

Rumah Seharga Rp1,2 M di BSD City

Cluster Hylands di BSD City, pengembang mengklaim sebanyak 85% unit tersebut telah terjual

Tingginya harga lahan di kawasan Serpong membuat konsumen sulit mendapatkan rumah di harga Rp1 miliaran di kawasan itu. Apalagi di beberapa perumahan ternama seperti Alam Sutera, Summarecon  Serpong dan Paramount Serpong. Tapi jangan khawatir dulu, Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land Ishak Chandra mengatakan, BSD City yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land, saat ini tengah memasarkan cluster hunian baru mereka di kawasan Greenwich Park, BSD City.

Hunian yang dipasarkan dengan harga perdana mulai dari Rp1,2 miliar itu terdapat di cluster Hylands. Di cluster ini, terdapat 192 unit rumah yang dibangun dengan konsep resort dengan berbagai tipe. Ada tiga tipe rumah yang dikembangkan meliputi tipe 70/77, tipe 76/77, dan 133/112.

Namun untuk mereka yang berminat memiliki rumah di cluster ini, Ishak Chandra mengingatkan agar secepatnya memastikan keputusannya. Pasalnya, unit yang tersedia saat ini tinggal sedikit. Yang tersisa tinggal sekitar  20-an unit lagi. Pantauan Rumah123.com di kantor pemasaran hari ini, animo pembeli cukup tinggi hingga pengembang mengklaim sebanyak 85% unit tersebut telah terjual.

Menurut Ishak, animo pembeli dengan properti di kawasan BSD City khususnya tidak pernah surut, malah terus bertambah. Kemudahan akses transportasi dan beroperasinya jalan tol JORR W2 Ciledug-Ulujami mempermudah akses ke BSD City. Hal ini semakin terasa dengan perkembangan kawasan Serpong yang kini semakin lengkap dengan fasilitas pendukung. (Foto: BSD City)

No comments

Friday, December 5, 2014

Cicilan KPR Sudah Lunas? Ini Alasan Anda Harus Segera Ambil KPR Rumah Kedua

Cicilan KPR Sudah Lunas? Ini Alasan Anda Harus Segera Ambil KPR Rumah Kedua

Membeli rumah pertama melalui kredit pemilikan rumah (KPR) boleh jadi menjadi pengalaman berutang dengan nilai terbesar bagi kebanyakan orang. Harga rumah yang sulit turun mau tidak mau memaksa orang berpendapatan pas-pasan untuk berutang pada bank, agar kebutuhan papan terpenuhi.

Selain nilai utang yang besar, tenor berutang KPR rata-rata juga panjang di atas 5 tahun. Tidak heran ketika tiba waktunya cicilan KPR lunas, kelegaan menghampiri. Maklum, ruang fiskal dalam anggaran rumahtangga menjadi lebih leluasa.

Nah, jika Anda termasuk kalangan yang sudah terbebas lama dari beban cicilan KPR, sah-sah saja jika mulai terpikir untuk memiliki rumah kedua. Bahkan mungkin rumah ketiga, keempat, dan seterusnya.

Ada banyak alasan mengapa seseorang mulai memikirkan pembelian rumah kedua. Diana Sandjaja, perencana keuangan dari Tatadana Consulting, berujar, kerapkali orang terpikir untuk membeli rumah kedua karena merasa rumah pertama mereka sudah tidak lagi memadai bagi kebutuhan keluarga. Misalnya dari sisi lokasi, luas bangunan, faktor lingkungan, seperti banjir, macet, dan lain sebagainya. "Bisa saja, pertimbangannya adalah karena efektivitas waktu sehingga melirik apartemen sebagai rumah kedua selama weekdays," kata Diana.

Alasan lain yang juga banyak mengemuka adalah keinginan untuk menambah aset berupa rumah. Pemanfaatannya kelak bisa sebagai tabungan hari tua atau warisan untuk anak-anak.
Ada pula yang membeli rumah kedua dengan tujuan investasi. Capital gain dari harga rumah dan bangunan yang terus meningkat akan menggemukkan aset Anda. Terlebih jika kelak disewakan, pendapatan sewa bisa menjadi tambahan penghasilan pasif.

Tergantung tujuan
Namun, sebagaimana pembelian rumah pertama, pembelian rumah kedua juga tidak bisa serampangan kendati Anda memiliki salah satu alasan di atas. Diana berpendapat, apabila Anda ingin memiliki rumah yang lebih dekat dengan lokasi  kerja supaya lebih produktif  bekerja dan efisien, maka pembelian rumah kedua boleh sedikit dipaksakan dengan kemampuan finansial yang ada saat ini. "Namun, tetap ingat, jangan sampai kondisi keuangan  jadi kacau balau," kata dia.

Rumus pembelian properti tetap berlaku yaitu menimbang lokasi yang paling tepat. Tentu dengan melihat kewajaran harga dan bentuk bangunan. Akan tetapi, apabila kondisi keuangan Anda belum memungkinkan untuk membeli rumah kedua demi tujuan di atas, Diana menilai, menyewa atau indekos di dekat tempat bekerja bisa jadi merupakan pilihan lebih tepat ketimbang langsung membeli rumah.

Lantas, bagaimana jika pembelian rumah kedua dilatarbelakangi keinginan untuk menambah aset atau berinvestasi? Kapan waktu yang tepat untuk merealisasikannya? Simak saran dari para perencana keuangan berikut ini:

Kondisi keuangan
Silakan meneliti terlebih dahulu kondisi keuangan Anda saat ini. Budi Raharjo, perencana keuangan OneShildt Personal Financial Planning, berujar, membeli rumah kedua lebih tepat jika dilakukan ketika kondisi keuangan Anda sudah sehat.

Indikasi keuangan yang sehat antara lain ada dana darurat, kebutuhan proteksi seperti asuransi jiwa dan asuransi kesehatan sudah terpenuhi, lalu rasio utang di bawah 30% dari jumlah penghasilan. "Pastikan juga, tujuan keuangan yang utama sudah dilakukan seperti dana pendidikan anak dan dana pensiun," kata Budi. Jika kesemuanya aman, Anda baru bisa menimbang untuk membeli rumah kedua sebagai tambahan aset atau investasi.

Sesuai tujuan
Pemilihan rumah incaran akan lebih tepat apabila disesuaikan dengan tujuan pembelian. Misalnya, membeli untuk investasi dan kelak akan menyewakannya. Tentukan target pasar penyewa rumah Anda kelak. Dari sana, pilihan lokasi rumah yang paling tepat bisa Anda tentukan dengan lebih terfokus.

Menurut Diana,  berinvestasi properti kelihatan menguntungkan karena ada kepercayaan  yang umum bahwa harga tanah mustahil turun. Namun, benar tidak kepercayaan itu sejatinya masih tergantung pada lokasi properti. "Pasalnya, kenaikan harga tiap lokasi berbeda-beda seiring perkembangan daerah sekitarnya," kata dia.

Membeli rumah kedua berupa landed house atau apartemen di lingkungan kampus bisa menjadi pilihan. Anda bisa menyewakannya kelak kepada para mahasiswa di sekitar kampus yang membutuhkan tempat tinggal selama studi.

Sedang bila tujuan pembelian adalah untuk tempat tinggal baru untuk keluarga, lebih baik memilih sesuai kebutuhan keluarga Anda. Misalnya, lokasi lebih dekat dengan tempat kerja, dekat dengan sekolah anak, rumah lebih luas, fasilitas umum lebih lengkap, dan sebagainya.

Budi menambahkan, pembelian rumah kedua berimbas pada rentetan biaya perawatan. Apabila niat Anda adalah memiliki aset sebagai tabungan hari tua atau untuk anak, lebih baik membeli dalam bentuk tanah.  Biaya perawatannya lebih kecil dibandingkan rumah. "Kecuali hendak diubah menjadi aset produktif, maka membeli properti berupa rumah lebih tepat," katanya.

Jalur pembelian
Jalur penjualan properti berupa rumah tapak (landed house) maupun apartemen banyak ragamnya. Membeli tunai tentu cara pembelian yang paling menguntungkan karena Anda tidak dibebani bunga. Namun,  membeli tunai membutuhkan dana tidak sedikit.

Anda bisa memanfaatkan jalur utang untuk bisa mendapatkan rumah kedua. Pertama, utang bank melalui Kredit Pemilikan Properti (KPP). Anda harus menyiapkan dana down payment (DP) setidaknya 40% dari harga rumah kedua yang jadi incaran Anda.

Bunga KPP di bank saat ini terbilang mahal akibat kebijakan pengetatan moneter Bank Indonesia. Anda perlu berhitung cermat apakah membeli rumah di tengah tren bunga tinggi seperti saat ini adalah keputusan tepat untuk dieksekusi.

Kalau pun akhirnya tetap memutuskan beli, lebih baik memilih KPP dari bank yang bekerjasama dengan pengembang. Anda berpeluang mendapatkan diskon khusus jika memilih bank terafiliasi. Kedua, membeli lewat cicilan kepada pengembang. Para pengembang umumnya memberi kesempatan pembelian properti  melalui cicilan hingga 36 kali atau 36 bulan.

Selain harus menyiapkan DP, Anda juga dikenakan bunga pinjaman oleh pengembang. Namun, bunganya biasanya tidak setinggi bunga KPR yang ditawarkan oleh perbankan.
Nah, bagaimana jika properti incaran tidak memiliki fasilitas KPR dari bank sedangkan dana kita tidak mencukupi untuk membeli langsung dari pengembang? Anda bisa menghitung lagi kesiapan finansial.

Jika kantong Anda masih memungkinkan untuk menambah dana pembelian berupa  utang lunak dari kantor pemberi kerja atau kerabat, sah-sah saja Anda menempuhnya.

Namun, harap ingat peringatan dari para perencana keuangan, ya. "Maksimal jumlah cicilan utang baik utang produktif atau konsumtif adalah 30% dari total penghasilan setiap bulan," kata Eko Endarto, perencana keuangan Finansia Consulting.

Hitung biaya lain
Selain dana pembelian, Anda harus siap pula dengan biaya lain-lain yang menyertai setiap langkah pembelian rumah. Antara lain biaya perawatan hunian. "Meski harga rumah cenderung naik sehingga menguntungkan, apabila dana maintenance tidak ada, keuntungan tersebut bisa-bisa tergerus," kata Budi.

Untuk apartemen misalnya, tersewa atau tidak, Anda sebagai pemilik tetap harus membayar biaya perawatan bulanan kepada pengelola. Maka itu, Budi lebih menyarankan agar rumah kedua Anda diubah menjadi aset produktif alih-alih dibiarkan sekadar sebagai tambahan aset. Caranya, sewakan!

Trik menyewakan
Menyewakan rumah kedua memberikan dua keuntungan, yaitu capital gain dari kenaikan harga properti dan pendapatan pasif dari rent fee. Jika berniat menyewakan, selain memastikan target pasar sedari awal, Anda harus aktif pula memasarkannya . Manfaatkan kanal iklan properti di internet atau koran. Iklan di internet banyak yang gratis. "Buat juga database penyewa potensial agar properti kita bisa selalu tersewa," imbuh Diana.

Agar mendapat penyewa, Anda perlu cermat menentukan tarif sewa. Rata-rata kapitalisasi properti rumah lebih rendah ketimbang apartemen, yaitu hanya 3%–5%. Sedangkan, apartemen mencapai 7%–12%. "Bergantung lokasi juga," kata Farah Dini, perencana keuangan Janus Consulting.

Misalnya, rumah seharga Rp 700 juta. Maka, tarif sewa minimal adalah Rp 700 juta x 5% ekuivalen Rp 35 juta per tahun atau Rp 2,91 juta per bulan. Jangan segan memberi diskon harga sewa apabila penyewa mau menyewa sekaligus selama setahun atau lebih. Selamat menimbang!  

No comments

Rumah cipayung TDP 30% ready stock

dijual 3 unit rumah type 53/70

harga 570jt net

siap huni 

KPR DP 171jt 

cicilan 4,5jt perbulan 15 THN

Cicilan 3,8jt perbulan 20THN

segara hub 081310635859 pak dirman/ iwan sebelum harga rumah naik 15%

bookingfee 10jt termasuk harga rumah jika tidak lolos DP dan Bookingfee dikembalikan penuh

No comments

Friday, November 28, 2014

RUMAH BERSUBSIDI : Pembeli Kecewa Fasilitas Umum Tak Layak

Ilustrasi pembangunan rumah. Pemerintah segera mengoreksi harga rumah sederhana jatah rakyat tak mampu setelah menaikkan harga bahan bakar minyak. (Andi Rambe/JIBI/Bisnis)

JOGJA—Paguyuban pembeli rumah berubsidi Kembang  Putih, Pajangan, Bantul meminta pengembang segera merealisasikan fasilitas umum berupa jalan yang layak di kawasan perumahan itu.

Selain fasilitas jalan, pembeli juga meminta Rumah Cerdas selaku pengembang segera memenuhi syarat minimal tata kelola kawasan perumahan berupa stasiun pembuangan komunal dan selokan.

"Kami minta ini segera ditindaklanjuti. Karena kondisi jalan saat ini membahayakan dan tidak nyaman, ujar Koordinator Konsumen Rumah Bersubsidi Kembang Putih, Kukuh Setyono dalam mediasi yang difasilitasi Lembaga Ombudsman Swasta (LOS) Jogja, Selasa (25/11/2014).

Mediasi tersebut dihadiri empat orang perwakilan dari komunitas pembeli rumah bersubsidi di Pajangan. Adapun dari Rumah Cerdas diwakili oleh Irwan Sucipto dan Komisioner LOS, Slamet . Mediasi ini menindaklanjuti aduan paguyuban pembeli rumah bersubsidi yang kecewa dengan penyelesaian proyek rumah bersubsidi program Kementerian Perumahan Rakyat.

Selain fasilitas jalan layak dan stasiun pembuangan komunal yang sebagian belum terpenuhi, puluhan unit rumah yang sudah dibeli juga belum terpasang instalasi PDAM. Padahal beberapa rumah sudah mulai ditempati.

"Kami minta ketegasan dari pengembang kapan itu direalisasikan. Kami berharap masalah jalan, selokan dan stasiun komunal segera beres," imbuh Kukuh.

Ia menambahkan, saat promosi jalan di perumahan itu sedianya menggunakan aspal. Namun ternyata baru sebagian saja yang di konblok. Sayangnya hingga saat ini konblok jalan hanya selesai sebagian saja. Sementara sebagian lain terkesan dibiarkan.

Menanggapi permintaan itu, wakil Rumah Cerdas, Irwan Sucipto menjelaskan rumah bersubsidi bukan hanya tanggungjawab pengembang saja. Namun pemerintah (Kemenpera) juga ikut bertanggungjawab.

"Kami [pengembang] hanya diminta untuk menyediakan lahan dan membangun unit rumah murah (Rp88 juta). Untuk jalan dan selokan sebenarnya masuk dalam subsidi pemerintah," ujarnya.

Irwan menjelaskan, sebenarnya Kemenpera sudah membangun jalan konblok di beberapa gang di perumahan. Hanya saja pembangunannya tidak tuntas. Tak hanya itu, ia juga mengaku ada kenaikan tarif pemasangan PDAM di Bantul yang diluar prediksi. Bahkan pemasangan untuk rumah bersubsidi program pemerintah pun tidak ada keringanan biaya.

"Kami ini ibarat anak ayam ditinggal induknya. Kami juga tidak tahu mengapa Kemenpera tidak melanjutkan membangun jalan. Untuk PDAM biayanya juga naik sehingga kami kesulitan dana. Masih ada sekitar 60 unit yang belum terpasang PDAM," imbuh Irwan.

Meski demikian Irwan menyatakan pemenuhan instalasi PDAM, stasiun pembuangan komunal dan jalan menjadi prioritas Rumah Cerdas untuk segera diselesaikan.

"Meski demikian kami minta waktu. Terus terang saja dengan adanya kenaikan biaya pemasangan PDAM dan Kemenpera yang tidak membiayai jalan, kami sekarang kesulitan keuangan," imbuhnya.

No comments

Harga Rumah di Tanjungpinang Naik 15 Persen

NAIK: Salah satu perumahan di Tanjungpinang yang dipasarkan. REI Kepri mengaku setelah kenaikan BBM, memicu harga properti seperti rumah di Tanjungpinang naik sekitar 15 persen. f-Andri/Tanjungpinang Pos

NAIKNYA harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, memicu kenaikan harga properti di Tanah Air, termasuk, di  Tanjungpinang. Menurut Ketua  Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Kepri Yasinul Arif, kenaikan harga rumah di Tanjungpinang dan Kepri umumnya, kecuali wilayah Batam, hingga sekitar 10-15 persen.

"Harga BBM subsidi naik memicu harga bahan material bangunan. Upah pekerja juga naik," kata Yasinul Arif, kepada Tanjungpinang Pos, usai terpilih kembali jadi Ketua REI Kepri, yang kedua kalinya melalui Musda REI di Rabu (25/11) di Hotel Comfort Tanjungpinang.Menurut Arif, kenaikan properti juga disebabkan biaya transportasi pengangkut bahan material dari luar Kepri mengalami kenaikan.

Belum lagi suku bunga perbankan tingginya, Dolar Singapura dan Dolar Amerika Serikat masih tinggi, dua uang mata asing tersebut memicu harga-harga material properti melambung tinggi di Kepri.Meskipun harga properti naik  mencapai 15 persen, REI tetap optimis angka penjualan rumah tahun 2015 lebih baik dibandingkan tahun ini.

"Kita minta bila ada developer yang mengajukan perizinan ke pemerintah, kita minta diberikan kemudahan. Dan, perizinan yang selama ini cukup panjang agar dipangkas," harap Arif.

Adanya komitmen mengenai pemangkasan birokrasi perizinan, dan komitmen ketersediaan listrik diharapkan bisa menekan harga jual rumah tetap kompetitif.

"Tahun ini terjadi penurunan penjualan properti. Kemudian banyak doveloper tidak bangun perumahan," tegasnya.

Karena, menurutnya tahun ini boleh dikatakan tahun politik, ada pesta pemilihan anggota legislatif, ada pemilihan presiden. Kemudian,  developer menunggu kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintahan yang baru.

"Saya melihat kebijakan-kebijakan yang bakal keluarkan oleh pemerintah pusat akan ke pro rakyat. Kebijakan ini kami harapkan mampu mengembalikan minat masyarakat untuk memiliki rumah meskipun itu rumah subsidi," harapnya.Developer tetap diminta untuk bangun rumah, baik rumah subsidi, rumah menengah dan rumah mewah ditengah naiknya harga material.

"Sayang, rumah mewah belum begitu diminati oleh masyarakat," bebernya. (ABAS)

No comments